Wednesday, April 25, 2012

sometimes

sometimes, we thougth too small for a situation without learn it firstly. sometimes we don't realize that everything will gonna change. on strange road, run. don't know for what, dont't know what's looking for. misguided. we don't know how to be brave. how can we stay. all of minds having arround 'till we don't know what's really we're thinking. thus, we don't know what exactly we're feelin'. confuse and frustated. nothing to say. nothing to do. silent. just stay, enjoy the lost or run away.
then, what's your choice ?
be the way you are. you can't always run away from the pain. stay there and enjoy it. face that. find your courage inside. where you're own power can raise you in the mourning. when you gonna realize that you don't have to try any longer. sometimes the result unsuitable with your fact. but that's live. there is a colour. black and white. and we're on the middle. grey. but we can coloring our own life. as we want. we'll meet a new thing during process. and concern how to be brave to take the risk. take a chance and make a change. not easy, but it's great to be your self. 
run away. whenever you run, you gonna meet pain too. so take your pain as you can face it. no choice is the wrong choice as long as you make a choice.the only wrong choice is choosing not to make one.

love,
YSA

Wednesday, April 18, 2012

olenka

novel satra karya Budi Dharma ini adalah salah satu novel karya yang sangat bagus. belabel buku negara, novel ini sangat absurd tapi kaya akan estetika sastra. Budi Dharma menulis novel ini sewaktu berdomisili di Amerika. dan walaupun ini adalah satu-satunya novel karyanya, tapi menurutku novel ini adalah masterpiece beliau. kereeeen. 
novel sastra yang bagus

aku sendiri, saat menikmati novel ini memang terkadang berkutat dengan keabsurd-annya. dan bahkan terkadang harus membaca ulang untuk dapat mengerti maksud dari ceritanya. memang tergantung dari persepsi masing-masing mengenai apa isi dan maksud dari sebuah novel. karena semua pendapat dan interpretasi setia orang adalah sah. akan tetapi iini adalah olenka dalam pemahamanku. :)

OLENKA
ANALISIS NOVEL
SINOPSIS 
     Kisah itu dimulai oleh pertemuan Fanton Drummond dengan seorang wanita yang kemudian ia ketahui bernama Olenka. Setelah pertemuan dalam lift itu, Fanton sering memperhatikan Olenka. Pikirannya dipenuhi oleh Olenka. Dan ia pun jatuh cinta pada Olenka.
Sibuk memperhatikan Olenka, tiba-tiba Fanton bertemu dengan lelaki beserta anak laki-lakinya yang kemudian ia ketahui adalah suami dan anak Olenka. Namun hal itu tetap tidak merubah perasaan Fanton. Hati dan pikirannya penuh dengan segala hal tentang Olenka. 
     Setelah sekian lama masa pencarian Fanton terhadap Olenka, tidak sengaja ia bertemu dengan Olenka yang sedang melukis. Olenka berbicara panjang lebar mengenai dirinya telah mengetahui bahwa Fanton sudah lama memperhatikan dan mencarinya.
     Pertemuan itu adalah awal dari kisah cinta terlarang mereka. Setelah pertemuan itu, keduanya sering bertemu dalam keadaan jatuh cinta. Semakin sering bertemu tanpa sepengetahuan Wayne, suami Olenka.
     Keduanya bertemu secara teratur. Saling memadu kasih dan tidak memikirkan Wayne. Bahkan dalam setiap pertemuannya, seringkali mereka menggunakan Wayne sebagai bahan pembicaraan.
    Pada dasarnya, mereka berdua tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Mereka menyadari bahwa suatu saat pasti berpisah. Tiba waktu pada saat Olenka meninggalkan Fanton. Dia tidak meninggalkan jejak sama sekali. Fanton merasa frustasi. Hati dan pikirannya masih dipenuhi dengan segala sesuatu tentang Olenka. Sehari-harinya, dia masih berusaha menelusuri jejak Olenka. Menelusuri semua tempat yang pernah didatangi Olenka, hanya untuk menemukan kenangan atau bayangan Olenka.
    Olenka bukan hanya meninggalkan Fanton, akan tetapi juga dengan Wayne suaminya. Setelah Olenka pergi, Fanton sering bertemu Wayne. Ternyata Wayne tahu bahwa ia adalah selingkuhan istrinya. Namun dia tidak begitu peduli. Karena dia juga tidak menganggap Olenka sebagai istri, tapi sebagai abdi dan minyak pelumas untuknya. Dia bahkan menghina Fanton secara tersirat bahwa Olenka pasti akan kembali padanya seperti sebelum-sebelumnya. Sedang Fanton beranjak menginginkan Olenka sebagi istrinya.
    Fanton memutuska untuk pergi ke Chicago demi mencari jejak Olenka. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Mary Carson (M.C.) yang mulai membuat Fanton melupakan Oenka. Disana, Fanton melamar M.C. namun M.C. tidak bersedia karena merasa bahwa hati Fanton tidak tertuju padanya. Fanton kecewa. Dalam perjalanan pulang, ia terus memikirkan hidupnya yang tidak mempunyai tujuan. Ia menerima surat panjang dari Olenka. Dalam surat itu, Olenka menceritakan tentang kisah hidupnya jauh sebelum ia mengenal dan menjadi istri Wayne. Kembali perasaannya dikuasai oleh Olenka. Hidupnya semakin rumit ketika M.C. menghubunginya. Dia mendatangi rumah M.C untuk melihat keadaannya pasca kecelakaan. Disana, timbul keinginan untuk memperbaiki pinangannya. Namun, lamarannya kembali ditolak oleh M.C. untuk alasan yang sama.
     Pergolakan batin yang dirasakan oleh Fanton kian menggila. Bayangan Olenka kembali hadir, M.C. yang jelas membutuhkannya, rencana hidupnya yang tak terarah, membuat dia akhirnya memutuskan untuk memaksa M.C. menjadi istrinya. Akan tetapi, kenyataan membuat Fanton lebih kecewa dibanding dengan sebelumya. Demikian juga dengan Olenka. Sudah tidak ada lagi rasa untuk menjadikan Olenka ataupun M.C. sebagi istri. Perasaan galaunya semakin memuncak. Dia bahkan berharap seandainya bisa memuntahkan seluruh isi jiwanya dalam muntahnya.

·         Tema               : perasaan cinta yang terlarang
·         Amanah           :
-  Janganlah menginginkan apapun yang bukan milikmu.
-  Bersyukurlah atas apa yang Tuhan berikan di kehidupanmu
-  Hargai dan jagalah semua yang kau punya sebelum kehilangannya.
-  Posisikan dirimu sebagaimana mestinya.
- Jangan hanya menuruti hawa nafsu, tetapi gunakan pikiran dan juga hati nurani sehingga segala tindakan yang kita dapat kita pertanggungjawabkan.
-  Manusia harus bisa menempatkan diri dimana ia berada dan dalam kondisi yang seperti apa.
-  Manusia yang hebat, adalah manusia yang tidak malu untuk mengakui bahwa dirinya bukan orang yang baik seutuhnya.
-  Manusia yang hebat bukanlah manusia yang tidak pernah berbuat salah, tetapi manusia yang jika melakukan kesalahan kemudian menyadarinya, menyesalinya, meminta maaf pada orang yang disakitinya, kemudian meminta ampun atas kesalahannya disertai janji untuk tidak mengulanginya lagi.

NILAI-NILAI
NILAI BUDAYA 
     Pengarang mengangkat budaya Amerika sebagai pengantar novel. Dalam novel ini, pengarang mengambil latar kehidupan di daerah Bloomington (Amerika) dan sekitarnya. Kehidupan sehari-hari masyarakat sana, baik kehidupan sosial maupun kehidupan ekonominya lewat tokoh “saya” (Fanton Drummond).
   Bangun tidur untuk menjalankan aktivitas sosialnya, baik bekerja, menuntut ilmu, maupun bersosialisasi dengan orang lain. Hingga kembali tidur lagi. Semua gaya hidupnya memang menggambarkan gaya hidup orang barat (Amerika).
seperti sekian banyak orang lain, dia bangun jam delapan pagi, olahraga jalan kaki empat mil setiap hari, menghindari makanan berlemak, dan sebagainya. “ (Darma, 2000:191)
       Bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Cukup membayar sema tagihan, dan bersenang-senang. Dia akan mencari pekerjaan apabila persediaan uangnya hampir habis.
kalau saya mau hidup agak hati-hati, dengan uang ini saya dapat hidup sepuluh bulan lagi tanpa bekerja.” (Darma, 2000:175)

NILAI SOSIAL
     Dalam novel ini walaupun si “saya” (Franton Drummond) dan Wanton Danton bermusuhan, akan tetapi dari luar mereka tampak biasa saja. Seperti orang yang memang saling mengenal, apabila bertemu mereka saling menyapa. Walaupun sebenarnya hatinya menyimpan perasaan dongkol dan dendam yang luar biasa. Bahkan saya (Fanton Drummond) menolong Wayne memperoleh pekerjaan saat Wayne terpaksa harus mencari kerja karena Olenka meninggalkannya.
pada waktu dia mengemukakan kesulitannya, kebetulan sekonyong-konyong melayap sebuah gagasan yang bagus dalam otak saya, berilah dia pekerjaan sebagai pengatur buku di perpustakaan universitas.” (Darma, 2000:78)
“maka saya berpikir bagimana caranya untuk menolong wayne.” (Darma, 2000:79)
olenka sebagai penopang ekonomi.
     Dalam novel ini, Wayne sebagai kepala keluarga tidak bertanggungjawab pada keluarganya. Ia hanya sibuk dengan usaha dan obsesinya menjadi pengarang hebat. karena itulah wayne menolak untuk bekerja. Menurut dia bekerja mengganggu kelancaran menulisnya.” (Darma, 2000:46) akhirnya Olenka berkesimpulan bahwa dia harus bekerja. Memposisikan dirinya sebagai perempuan (istri) sekaligus penopang ekonomi keluarga. dengan nada menyesal dia mengatakan bahwa wayne sudah terlalu lama menganggur dan bahwa dia sudah ingin bekerja kembali.” (Darma, 2000:39)

NILAI MORAL 
     Pada intinya, novel ini menceritakan tentang perasaan (cinta) terlarang saya (Fanton Drummond) kepada Olenka. Dalam novel ini, saya (Fanton Drummond) tertarik kepada Olenka, yang ternyata sudah memiliki suami. Dia mencintai dan menginginkan Olenka. Setelah saling bertemu, keduanya saling tertarik dan berhubunan cinta di belakang Wayne, suami Olenka.
“diam-diam, saya dihinggapi nafsu untuk mengambil harta karun Wayne. Olenka dalam cerpennya, dan Olenka istriya.” (Darma, 2000:21)
“akan kemana dan berbuat apa saja dalam setiap pertemuan, dia juga yang menentukan. Semua jadwal diatur tanpa mempertimbangkan Wayne.” (Darma, 2000:32)
“Olenka dan saya terus bertemu secara teratur. Dalam setiap pertemuan, baik dia maupun saya tidak dapat menghindarkan diri untuk tidak menjadi binatang.” (Darma, 2000:49)
Pinangan
     Pinangan adalah pertanda atau kesungguhan bahwa laki-laki yang akan meminang bersungguh-sungguh untuk menjadikan perempuan sebagai pendamping hidupnya, ibu dari anak-anaknya.
     Selain Olenka, hidup fanton diisi oleh seorang perempuan yang bernama Mary Carson. (M.C.) setelah pertemuan di Chicago, Fanton merasa bahwa M.C. dapat menyepak Olenka dari otak dan hatinya. Maka dia memutuskan untuk meminang M.C., menjadikan M.C. istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.
saya mengharap dia menerima pinangan saya tanpa meragukan kualitas cinta saya.” (Darma, 2000:109)
    Pinangan di Chicago ditolak oleh M.C.. Selang beberapa waktu, tiba-tiba M.C. menghubungi Fanton Drummond, bahkan mengirim surat untuknya. Hingga akhirnya membuat Fanton Drummond mendatangi rumah M.C.. Disana, dia memutuskan untuk memperbaharui pinangannya. Menjadikan M.C. istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.
“saya memutuskan untuk memperbaharui pinangan saya.” (Darma, 2000:187)
Hubungan terlarang 
     Dalam surat Olenka, Olenka menceritakan tentang kisah hidupnya yang tidak diketahui orang lain. Salah satu kisah yang diceritakannya adalah kisah cintanya dengan wanita yang sangat ia kagumi, (dalam surat, ia mengandaikan namanya Winifred) jauh sebelum Olenka mengenal dan menjadi istri wayne. Dia tahu itu salah. Tapi nafsunya mengalahkan dirinya. Ia terjerumus dalam kisah cinta sesama jenis. Semakin jauh, akhirnya keduanya sadar bahwa hubungan mereka adalah melanggar kodrat manusia.
“sekarang saya tahu. Baik perbuatan Ursula dengan Winifred, maupun perbuatan saya dengan seseorang yang untuk gampangnya saya namakan Winifred, adalah melanggar kodrat mausia.” (Darma, 2000:161)

NILAI AGAMA
     Dalam novel ini, diceritakan pendeta-pendeta yang selalu berteriak-teriak di jalan. Meneriakkan tentang dosa dan taubat kepada semua orang. Orang-orang yang menyaksikannya, ada yang menertawai dan mengolok-oloknya. Akan tetapi, ada pula yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
“kadang-kadang di pinggir hutan saya mendengarkan sepintas lalu pendeta jalanan berkhotbah.” (Darma, 2000:27)
“ada juga yang menggoda pendeta ini, dan para hadirin tertawa terbahak-bahak.” (Darma, 2000:27) 
“padahal saya tahu bahwa diantara seruan orang yang merubungnya ada yang mendengarkan dengan bersungguh-sungguh dan mengangguk-angguk dengan tulus. Bahkan kadang-kadang mata mereka sedikit membasah.” (Darma, 2000:44)
Penghormatan terhadap agama lain
     Novel ini bukanlah novel islami. Pengarang menyelipkan unsure agama nasrani dalam novel ini sebagai agama yang dianut oleh para tokohnya. Akan tetapi tokoh saya (Fanton Drummond) sangat menghormati kitab suci umat Islam. Dia bahkan mempercayai dan meneladani salah satu ajaran Islam tentang larangan memakan daging babi. Dia juga membaca kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an dan mempercayai bahwa Al-Qur’an adalah salah satu darikitab suci yang diciptakan oleh Tuhan YME (Allah SWT).
“saya (Fanton Drummond) masih ingat apa yang dikatakan oleh salah seorang teman saya dahulu. Menurut dia, kitab suci Al-Qur’an melarang umat Islam makan babi. Saya sendiri bukan Islam, akan tetapi lebih baik saya menurut. Dalam sejarah umat manusia sudah ada ratusan nabi, dan mungkin juga ribuan. Sedangkan jumlah kitab suci ada tiga. Saya yakin bahwa apa yang dikatakan oleh kitab suci selayaknya diturut. Dan saya juga masih ingat apa yang say abaca ketika secara kebetulan saya membuka-buka kitab social-Qur’an di perpustakaan.” (Darma, 2000:143)
Pemohonan ampun bagi yang berdosa
      Dalam novel ini, tokoh saya (Fanton Drummond) telah melakukan hal yang tercela. Dia mencintai istri orang dan berselingkuh dengan wanita itu. Namun beberapa waktu setelah wanita itu (Olenka) meninggalkannya, dia menyadari kesalahannya. Dia merasa berdosa dan berniat untuk memohon ampun serta menyerahkan diri kepada Tuhan.
“ada sesuatu yang lebih tinggi, agung, dan murni. Saya (Fanton Dummond) tidak tahu dimana letaknya yang saya cari. Tapi lebih muda untuk saya mencarinya dengan jalan berlutut dan menengadah. Inilah gerak refleks saya dalam menyerahkan diri, memohon pengampunan dan memohon pertolongan. Saya merasa kecil, tidak berarti, dan tidak berdaya.” (Darma, 2000:69)

NILAI PENDIDIKAN
     Dalam novel ini, diceritakan penggalan kisah sewaktu tokoh saya (Fanton Drummond) masih kecil. Menanamkan pendidikan kepada anak kecil, sama halnya dengan menuangkan air kedalam gelas yang kosong. Anak kecil adalah manusia yang fitrah, polos, lugu, dan apa adanya. Mereka akan mempercayai dan melakukan hal-hal yang diajarkan kepadanya.
“kalau mimpi saya (Fanton Drummond) buruk, saya disuruhnya untuk menjadi anak baik aar saya mendapat hadiah mimpi yang menyenangkan.” (Darma, 2000:82)
“mereka diberi hadiah atas kecerdasan mereka memecahkan teka-teki silang, menjawab pertanyan-pertanyaan dalam ilmu bumi, menggarap aljabar, atau ketekunan mereka mengatur kamar mandi, dan lain-lain.” (Darma, 2000:83)
“juga tidakada anak yang mencuri, minggat, atau membuat huru hara.” (Darma, 2000:83)


baca deh novelnya. bagus. novel ini adalah milik negara dan tidak diperjual belikan. bagus. dan membuat pikiran membentang mengikuti keleluasaan imajinasi dan interpretasi. 
:)

Template by:

Free Blog Templates